TNI AL – Sebagai : Ajang Tukar Kemampuan, Komandan Lanal Bandung Hadiri Pembukaan Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 Yang Libatkan 21 Negara
Bandung, 31 Agustus 2026,– Komandan Lanal Bandung Kolonel Laut (P) Erfan Indra Darmawan, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CIQaR., menghadiri Pembukaan Super Garuda Shield (SGS) Tahun 2026 yang bertempat di Sesko TNI. Jl. R.A.A. Martanegara No.11, Bandung, Jawa Barat. Senin (31/08).
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan sejumlah tujuan digelarnya Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026. Selain meningkatkan kemampuan militer, latihan tahunan tersebut menjadi sarana diplomasi dan memperkuat kerja sama pertahanan antarnegara. Kegiatan SGS 2026 diikuti oleh 21 negara dengan total 4.743 personel. Latihan digelar di sejumlah wilayah Indonesia dan melibatkan berbagai materi latihan militer.
Maksud dan tujuan latihan adalah yang pertama untuk diplomasi, kemudian untuk kerja sama dengan tukar kemampuan. Pertukaran kemampuan menjadi salah satu hal penting dalam latihan multinasional tersebut. Para prajurit dari negara peserta dapat mempelajari kemampuan dan metode yang dimiliki negara lain melalui berbagai materi latihan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah latihan siber. TNI relatif baru memiliki satuan siber sehingga Super Garuda Shield menjadi kesempatan untuk berlatih bersama negara-negara yang telah memiliki kemampuan tersebut. “Misalnya di kita di TNI kan baru tiga tahun kita punya satuan siber, dan kita di sini latihan gladi posko siber dari negara-negara lain,” katanya.
Selain latihan siber, peserta juga mengikuti berbagai latihan lain, termasuk latihan penembakan dengan persenjataan yang dibawa oleh masing-masing negara.
Panglima TNI menyebut Amerika Serikat turut membawa sejumlah alutsista dalam latihan tahun ini, salah satunya sistem roket HIMARS. Amerika Serikat juga mengerahkan pesawat angkut strategis C-17 Globemaster untuk mendukung latihan penerjunan.
“Jumlah total personel yang berlatih 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” katanya. Selain materi latihan yang telah rutin dilakukan, Panglima TNI mengungkapkan adanya penambahan materi Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) yang berkaitan dengan penanganan bencana alam. “Tahun ini kita tambahkan materi bencana alam, di Minahasa ya dilaksanakan,” ujarnya.
Latgabma Super Garuda Shield 2026 berlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026. Latihan ditutup di Jakarta dan melibatkan unsur TNI bersama pasukan negara-negara mitra dari kawasan Indo-Pasifik dan negara sahabat lainnya. Melalui latihan tersebut, TNI tidak hanya menguji kesiapan operasional pasukan, tetapi juga memperkuat interoperabilitas, diplomasi pertahanan, serta kemampuan bekerja bersama dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan kemanusiaan. (Pen Lanal Bandung).